Notifikasi
Tidak ada notifikasi baru.

Kenapa Banyak Fresh Graduate IT Kesulitan Bekerja Sesuai Jurusan?

 


Di atas kertas, lulusan IT punya peluang kerja yang luas karena hampir semua sektor sekarang butuh teknologi dan talenta digital. Namun kenyataannya, banyak fresh graduate IT justru kesulitan bekerja di bidang yang benar-benar sesuai jurusan atau akhirnya memilih karier yang jauh dari dunia teknologi.

Bukan Passion, Hanya Ikut Tren dan Kata Orang

Banyak siswa memilih jurusan IT karena ikut tren, ikut teman, atau percaya promosi “gaji IT tinggi” tanpa benar-benar mengenali diri sendiri terlebih dahulu. Akibatnya, ketika masuk kuliah dan dihadapkan pada materi logika, pemrograman, dan proyek teknis, mereka merasa jurusan ini tidak cocok dengan kepribadian dan cara belajarnya.

Salah Jurusan Karena Tidak Kenal Minat dan Bakat

Fenomena salah jurusan sering terjadi karena keputusan memilih program studi diambil saat siswa belum paham minat, bakat, dan kecenderungan kariernya. Banyak yang baru menyadari setelah beberapa semester bahwa mereka sebenarnya lebih tertarik ke bidang lain, tapi sudah terlanjur jauh di jurusan IT.

Dampak Salah Jurusan Terhadap Dunia Kerja

Mahasiswa yang merasa salah jurusan cenderung kurang termotivasi untuk mendalami materi, sehingga skill yang terbentuk hanya di level “asal lulus”. Saat melamar kerja, mereka kalah bersaing dengan lulusan yang benar-benar menikmati proses belajar dan punya portofolio kuat di bidang IT.


Ketidaksesuaian Skill dengan Kebutuhan Industri

Industri teknologi bergerak cepat dan menuntut skill praktis seperti pemrograman, pengembangan aplikasi, analisis data, dan kerja tim dalam proyek nyata. Banyak fresh graduate IT yang datang ke dunia kerja dengan bekal teori kuat tetapi minim latihan di proyek nyata, sehingga perusahaan menilai mereka belum siap ditempatkan di posisi sesuai jurusan.


Pengaruh Lingkungan dan Ekspektasi Orang Tua

Dalam banyak kasus, pilihan jurusan lebih dipengaruhi oleh keinginan orang tua atau persepsi “jurusan favorit”, bukan hasil eksplorasi minat anak itu sendiri. Ketika jalan yang ditempuh tidak selaras dengan karakter dan bakat, mahasiswa sering bertahan hanya demi gelar, lalu setelah lulus memilih pekerjaan yang dirasa lebih nyaman walau tidak berhubungan dengan jurusan IT.


Peran Tes Minat Bakat dan Self-Assessment

Tes minat bakat sebenarnya bisa membantu calon mahasiswa memahami kecenderungan diri sebelum memilih jurusan, sehingga risiko salah jurusan bisa dikurangi. Dengan mengenali minat, bakat, dan kepribadian sejak awal, siswa punya peluang lebih besar untuk memilih jurusan yang cocok dan nantinya bekerja di bidang yang sejalan dengan apa yang mereka pelajari.


Masih Ada Jalan Keluar Setelah Lulus

Bagi yang sudah telanjur lulus IT tapi merasa tidak cocok, semua tidak berhenti di ijazah: skill baru masih bisa dipelajari lewat kursus, pelatihan, maupun proyek pribadi. Banyak profesional yang akhirnya sukses di bidang yang berbeda dari jurusannya karena berani mengevaluasi diri, memutar arah, dan konsisten mengasah kemampuan di jalur baru yang lebih sesuai minat.

IT
Gabung dalam percakapan
Posting Komentar